
Mentari pagi membakar semangat diri ini dimana jam olah raga ku ada di jam pertama. Bergegas kumanfaatkan waktu olah raga dengan berlari-lari lalu berteriak dengan penuh semangat tatkala tubuh kurus ini bermain bola dilapangan sekolah. Tak terasa lonceng istirahat pun berdentang pertanda berakhirnya pelajaran olah raga. Rasa haus sudah tak tertahankan bergegas berlari ke kantin “mak..es teh manis 1″ pintaku kepada penjaga kantin dan tak sampai 5 menit pesananku sudah jadi lalu bergegas ku reguk es teh manis dan dilanjutkan mengobrol bersama teman-teman sekelas.
Tak terasa bel tanda berakhirnya istirahat pun berbunyi pertanda pelajaran berikutnya akan dimulai kebetulan pelajaran kimia yang amat sangat membosankan *mumet sama mata rantai lambang-lambang nya*
dan yang buatku tambah kurang suka dengan pelajaran ini, menghabiskan sisa jam pelajaran yang artinya selesai jam istirahat, dilanjutkan pelajaran kimia hingga bel pulag sekolah betapa menyiksa saat pelajaran itu entah apa yang diucap sama Pak Guru yang kebetulan masih perjaka lho
makin tambah deh kekonyolan ku saat itu.
Tanpa terasa jam di depan kelas menunjukan pukul 11.30 wib “berarti sebentar lagi adzan Dzuhur berarti sebentar lagi pulang” gumamku dalam hati sambil sambil menyandarkan kepalaku diatas meja dan beberapa menit kemudian, aku sudah berada di dalam bis kota, tapi tungguuuuu…kok tumben aku naik bis patas AC *biasanya pulang cuma naik PPD yang tarifnya cuma Rp.200* dan kok penumpangnya mayoritas wanita anak SMU pula “beuhh mantaf nian tak salah aku naik bis patas AC, udah dingin banyak anak perempuan dan eh sama pula denganku, berseragam putih abu-abu lagi…indah nian hidup ini” ujarku dalam hati semakin sumringah mensyukuri keberuntungan ku pada waktu itu, hingga akhirnya aku mendengar teriakan salah seorang siswi “Pak…ada anak STM yang tidur dikelas tuh, kita jadi ga berani masuk..” wakzzzz…
“Astagfirullah…ketiduran gue, dan eh kok kelas udah kosong..??” sial ternyata aku ketiduran dikelas dan anak perempuan yang teriak itu tak lain adalah anak-anak SMU yang meminjam gedung sekolahku kaget bukan kepalang udah ketiduran di kelas, ditinggal sama teman satu kelas pula
bergegas kuambil tas tanpa ba bi bu berlari menuju pintu ruang kelas tapi baru 3 langkah..*gdubrackk* “adawwww..kaki gue keram..!!” aku berteriak, ternyata kaki ku keram dan jatuh, terpaksa ku berjalan sambil tertatih-tatih memaksakan kaki yang keram hingga sesampainya didepan kantor KepSek, “riez..sini sebentar” panggil seorang pria setengah baya yang tak lain adalah wali kelas ku yang kebetulan belum pulang waktu itu, kuhampiri beliau dan “udah jam pelajaran becanda, eh…dilanjut tidur dikelas juga ditambah buat anak SMU ga berani masuk kelas. Sekarang, coba angkat kaki yang normal..??” pinta beliau “hah..udah jatuh ketimpa tangga diriku hari ini” umpatku dalam hati sambil mengangkat sebelah kakiku yang tidak keram aku diharuskan berdiri selama kurang lebih 30 menitan hingga beliau mengijinkan ku pulang beneran hiks.
Sobat cerita diatas sepenggal kenakalanku semasa STM, dan menjadi kenangan yang takkan pernah dilupakan baik oleh ku maupun oleh semua yang terlibat hari itu. Sebuah kisah konyol yang membuka mata ini agar bisa menghargai orang lain sekalipun mereka tak pernah meminta balas budi kita.
-salam hangat-
Pernahkah Anda merasa jenuh ?











