Pengemis & N72

Siang terasa panas menyengat teriknya matahari seakan ingin membakar kulit setiap pejalan kaki yang melintas didepan bengkel motor tempat aku dan teman-temanku berkumpul huh..ingin rasanya kepala ini kusiram dengan air es namun aku berpikir 2 kali untuk melakukan itu..desahan nafas teman-temanku yang merasakan terik panas matahari,begitu nyaring terdengar di telingaku..maklum bengkel sedang sepi alias tak ada pelanggan yang servis.
Saat aku & teman-temanku ‘ngdumel’ kepanasan tiba-tiba datang seorang Ibu menggendong anaknya yang berusia sekitar 8th menghampiri kami dengan wajah memelas si Ibu berucap,”mas mohon sedekahnya mas..” kurang lebih begitulah ucapannya hingga membuat aku dan teman-teman merasa miris menyaksikan pemandangan yang sungguh perih apabila membayangkan, bagaimana bila itu terjadi pada istri & anakku..Sambil kurogoh selembar uang seribu rupiah,teman-temanku pun tak urung merasa iba melihat Ibu & anaknya yang tampak lemah menjalani hari yang begitu terasa menyiksa. Kuberikan uang yang terkumpul dari para ‘penghuni bengkel’ ke Ibu tersebut sambil bersyukur dan terlihat wajah yang agak sumringah si Ibu mendo’akan kami “terima kasih,semoga di berikan rezeki yang melimpah ya ade-ade..” begitulah ucapnya dan di amini oleh kami semua. Baru beberapa detik kami mengamini ucapan si Ibu..tiba-tiba terdengar dering mp3 yang jelas berasal dari sebuah ponsel..dan kami saling menegur kepada yang lain ‘Jon hp lw bunyi no..” dan yang lainnya pun saling bertanya mengenai ponsel tersebut yang jelas-jelas nada tersebut nada mp3. Namun alangkah terkejutnya ketika seorang bocah memberitahu ” Mak..,enpon Mak bunyi tuhh…” terkejutlah si Ibu yang diberitahu anaknya bahwa ponselnya berdering..
Ternyata ponsel tersebut milik si Ibu pengemis yang baru saja meminta belas kasihan dan alangkah terkejutnya aku & juga teman-temanku ketika melihat Ibu tersebut merogoh ponselnya, ternyata ponselnya ber merk N72 “sial ni hp,pake ada acara bunyi lagi..!!” ucapnya kesal sambil berjalan memalingkan wajahnya dari kami.
Sepeninggalan Ibu tadi, aku dan teman-temanku hanya bisa tersenyum geli menyaksikan kejadian yang baru saja terjadi di depan mata kepala kami.Sungguh ironis, ketika kami berpikir ponsel yang kami miliki saja tak sebagus itu dan salah seorang temanku berkata “udah..kaga usah dipikirin ntar malah makruh amal lw semua..” ucap kawanku sambil tersenyum juga.

2 Tanggapan to “Pengemis & N72”

  1. wah ternyata benar harga Hp sudah semurah seperti saat kita membeli kacang goreng hehehe…..

  2. mungkin da bule yg mw ngasih dia uang trs karna uangnya dollar smua jd Hp’y deh yg dikshin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: