PECUNDANG

Degup jantung kian mengencang saat menyaksikan ajang penghitungan yang mendekati hari akhir. Strategi koalisi pun gencar di lakukan guna mendapatkan dukungan tambahan yang bisa menjadi sedikit harapan tampil di senayan.

Senyum pagi yang terhampar kini tinggal seringai kecut dari seorang yang takut..kian mengecil harapan yang telah lama diimpikan menduduki kursi penopang harapan negeri..tercecerlah nyali seorang pejuang yang kehilangan asa akan keyakinan dirinya menapaki terjalnya gagap gempita akhir dari sebuah cerita.

Kini yang tersisa hanya segumpal makian dalam benak yang telah menghabiskan milyaran rupiah..untuk apa semua itu..??? jikalau hanya untuk memiliki sebuah kursi yang telah merenggut banyak moral, mengapa harus menjadikan dirimu seorang pecundang ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: