Pernah

Pernah kutangkap matamu membinar tatkala saksikan bibir ini melontarkan segudang sumpah demi terikatnya hasrat yang masih semu..

Pernah suatu ketika kusaksikan matamu basah oleh butiran mutiara bening dari kelopak matamu..menatap kesombongan hati ini yang seolah mampu meruntuhkan tembok tradisi..

Dan pernah kusaksikan tawa bahagiamu saat kuucap Ijab Qabul dihadapan seluruh mata yang memandang, betapa nekatnya mahluk kecil ini membuaimu dalam alunan kidung tanda tanya..

Sayang…kini harus kusaksikan mata indah mu terpejam dalam alunan bait-bait Do’a pengantar yang akan mengiringimu di pembaringan terakhir..

-Salam-

63 Tanggapan to “Pernah”

  1. Mas…..Puisinya sedih euy….

    Selamat malam Mas Hariez yang baik…. Semoga sehat selalu di sana

  2. jadinya meninggal? waduh ini bukan true story kan?πŸ˜€

  3. dia sudah pergi dengan tenang.
    dengan senyum di bibirnya, agar kau tetap semangat hadapi hidup sampai selesai.

  4. Pagi2 gini harus baca perpisahan
    jadi sedih
    ihikihikihki

  5. Assalamu’alaikum Riez, selamat tahun baru ya. Makin lihai dirimu mengurai sebuah kata dan cerita dalam untaian bait yang tertata indah dan rapi. Salam hangat selalu.

  6. rangkul erat sahabat..
    aduuhh jd di dramatisir dehπŸ™‚

  7. selamat tahun baru islam 1431 hijriah
    mohon maaf bila ada salah kata kangriez
    piss = damai^^
    salam selalu hangat

  8. KETIGABLAXXXXXX hehehehe….
    salam mas…met pagi….

  9. dia telah pergi dgn tenang menemui penciptanya,
    masih dgn senyuman utkmu agar tetap terus melangkah menapaki masa depan.
    salam.

  10. waduuh…. siapa yang meninggal? sya turut berguka cita,

  11. ketika baru mengenal, berpacaran, ketika menikah dan ketika ajal menjemput kau menyaksikannya

  12. ehm…, puisi ini ceritanya

  13. tary bailah Says:

    aduhh mas, bikin terharu….
    memang bener-bener kenangan yg nggak akan terlupakan ketika menyaksikan orang tersayang di sat-saat terakhirnya.

  14. Rizal Islami Says:

    Puitis banget………..

  15. baru ngeh,,kok ada saljunya yaa, jadi makin terasa suasana haru birunya…

  16. kunjungan pertama nih mas salam kenal

  17. wakh sedih buanget membaca sajaknya………ada apa nih mas?

  18. Duh, sedih sekali, My Friend…😦

    **Selamat berakhir pekan dan beristirahat**

  19. kapan posting lagi kak haris…ditunggu lho

  20. ck…ck…ck…

    romantis pisan euy…πŸ™‚

  21. semangat kang…
    hidup terkadang menyedihkan, tapi harus dijalani dengan semangat.

  22. hai ini adalah komentar asal-asalan, sori ris….

  23. wow, mas Haris Pinter bikin puisi.
    bagus bangetπŸ˜€

  24. masa allah bagus juga puisina…
    btw mo nanya nic..qo blog ane di mercusian blogger ga ada yac..??

  25. inalillahi …………………….

  26. hmmmm merinding baca puisinya….

  27. like this!

    keren mas.. tapi ni bukan fakta kan?

  28. ehmmm… syerem amat. ini tentang siapa? bukan tentang mba siti kaannn?

  29. semoga puisi ini bukan bersumber dari kisah nyata hidupmu sobat

  30. Selamat Pagi…selamat berhari senin yang INDAH..hehehe

  31. Ini kisah siapa kang?

  32. Nadanya kok menyedihkan bro?
    Metal dong…
    hehe…
    Semangat,….

  33. thanks God, ini cuma puisi doang & ga nyata… pufff.
    gimana kaki dikau? better?

  34. Puisinya sedih banget😦 ini perpisahan dgn sang istri tercinta yah mas ?

    salam kenal
    dikunjungan pertamaπŸ™‚

  35. Maksudnya? Meninggal???? Wah… sad ending begini😦

  36. selamat pagiii
    hehehe
    selamat hari ibu yah
    kasih ibu tak terhingga sepanjang masa

  37. Sebuah puisi yang menyentuh sekali.

    Selamat hari ibu.

  38. Selamat Hari Ibu, Natal dan Tahun Baru 2010…

  39. Salam Kang… udah selesai ya ujiannya?… semoga udah dan hasilnya sesuai harapan ya…

    Posting ini menyiratkan kalau kang hariez telah ditinggal oleh seseorang?…. semoga diterima disisiNya ya…. amin…

  40. (kisah nyata, ya; terut bersedih) sebelum malam berlalu berganti hari, hari ini mari mengenang bunda dan isteri tersayang, Mother How Are You Today? πŸ˜€

  41. cintanya tak akan pernah berakhir
    mari kita berdoa untuk mereka

  42. @ all : trima kasih sudah mampir tulisan ini just poem ndak lebih

  43. semoga kedamaian selalu mengiringnya..!
    seiring damainya doa yang di lantunkan dengan penuh keikhlasan melepasnya..!

  44. Ikut sedih kang, ‘PERNAH’

  45. Selamat hari ibu, mari kita menghargai, mencintai dan berbakti kpd ibu.
    Salam, maaf br brknjg kmbl.

  46. Gue sampe baca semua komen satu persatu…
    Untunglah bukan kisah nyata.
    Anw, puisinya ciamik!
    dapet bgt feelnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: