Untuk Siapa ?

Ku laju sepeda motor butut ku menuju ke arah bengkel. Perlahan kusaksikan tangan keriput seorang wanita separuh baya itu menaburi jalan yang rusak dengan bebatuan dan pasir basah agar lubang yang menganga tertutup dan tak menimbulkan genangan air yang hampir setiap harinya selalu ada saja orang yang membuang air ke tengah jalan dan masuk ke dalam lubang tersebut.

Ada kekaguman dalam diri ini terhadap si Ibu yang rela membuat nyaman jalan yang dilalui oleh banyak orang yang belum tentu perduli dengan keadaan jalan yang rusak. Kuberanikan diri menyapa beliau, “maaf Bu, kenapa Ibu rela bermandikan keringat di pagi ini, dan mengerjakan yang seharusnya bukan pekerjaan seorang wanita seperti Ibu ?” dan beliau hanya menjawab sambi l tersenyum “lantas siapa lagi yang peduli sama keadaan jalan disini mas, dan akan lebih berbahaya lagi jika ini tak di tutup ya kan ?” aku pun malu mendengar jawaban si Ibu yang ikhlas dan rela mengerjakannya tanpa dibayar oleh siapa pun.

Sobat, disinilah letak kepedulian kita yang terkadang tak tampak dan seolah bukan tanggung jawab kita melainkan tanggung jawab Instansi terkait saja yang ditunjuk sebagai alasan ” buat apa gue bayar pajak, kalo mereka ga ada kerjaannya ? ” Lantas apa harus seperti itu jika sesuatu terjadi menimpa kita di lubang tersebut ? Dan apakah yang dilakukan seorang Ibu tadi hanya pekerjaan yang sia-sia atau hanya kurang kerjaan ? mari kita renungkan bersama.

-salam-


Iklan

103 Tanggapan to “Untuk Siapa ?”

  1. posting bagus yg bisa menggugah rasa tanggung jawab dan kepedulian nih mas..

    Suka

    • Kedua dulu kang… :mrgreen:

      Suka

        • baru sampe met soreeee
          geseran eaaa kang dede
          ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚
          ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚
          ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚
          ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ˜ณ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚
          ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚
          ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚
          ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚
          ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚
          si ibu knapa bisa begitu…
          kagum jadinya^^…

          Suka

    • Betul mas.. sangat menggugah

      Suka

  2. Mulya bener si Ibu,

    Suka

  3. sebuah kisah yang amat menohok menurut saya, ibu itu berusaha menyelamatkan orang banyak yang memang bukan kewajibannya, lha kemana pula yang seharusnya bertanggung jawab

    Suka

  4. bener2 ibu yang berhati mulia
    salam hangat selalu

    Suka

  5. ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜†

    RAIHLAH โ€œJATI DIRI MANUSIAโ€.. untuk

    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang โ€˜tuk Sahabatku terchayaaaaaank

    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

    Suka

  6. ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜†

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang โ€˜tuk Sahabatku terchayaaaaaank

    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

    Suka

  7. kejenuhan dan kesibukan yang memakan waktu akhirnya membuatku jarang bermain.. menyapa sahabat tersayang

    Suka

  8. semuanya berpulang kepada si manusianya. terkadang banyak yang ingin menjadi abdi negara tetapi dia nggak sadar kalau dia sebelum nya juga mengejek kelakuan abdi negara.

    terkadang manusia indonesia sangat kompleks tanpa ada yang sadar akan hal itu

    Suka

  9. ia melakukannya tanpa pamrih seorang wanta yang mulia

    Suka


  10. *merenung dan instropeksi diri ah*

    Suka

  11. betul-betul Ibu yang sangat mulia dan soleh.
    Trims Kang. Inspiratif dan mengingatkan. Salam ๐Ÿ™‚

    Suka

  12. Siti Fatimah Ahmad Says:

    Assalaamu’alaikum

    Alhamdulillah, Hariez telah mendapat teladan yang baik dari sang ibu yang berhati mulia itu, lalu berkongsi pula dengan khalaak pembaca. Mudahan Allah memudahkan urusan ibu tersebut kerana telah memudahkan hidup manusia lain di sekelilingnya.

    Salam mesra selalu.

    Suka

  13. Banyak sekali ibu-ibu yang seperti ini. Sungguh membuka mata hati kita semua.

    Suka

  14. Yang kuning ga kebaca dihandpone..

    Suka

  15. wah salut buat ibu…
    lilin yang bercahaya saat gelalp bgt…
    kita yang muda-muda harus belajar dari ibu itu

    Suka

  16. Patut diteladani. Berbuat yang berangkat dari hati yang tulus. Pihak terkait sepatutnya malu. ๐Ÿ˜ฆ

    Suka

  17. Kehebatan seorang ibu tidak hanya di rumah – mengurus anak, mengurus suami, mengurus rumah tangga, dan lainnya….

    Di sisi lain banyak ibu-ibu yang lebih peduli terhadap lingkungan, terutama lingkungan sosial, mungkin karena dalam diri seorang ibu terdapat rasa kasih sayang dan kelembutan…..

    Suka

  18. iya mas, bnr banget… org2 yg punya tingkat pedeulian tinggi sprti itu emang patut diacungi jempol.. kmrn waktu lampu merah pada mati di perempatan besar, semua kendaraan pd g mau ngalah.. eh tiba2 seorang anak muda uturn dr motornya dan langsung bertindak sebagai polisi lalu lintas amatiran di tengah2 kendaraan, dia membuat lalu lintas kembali berjalan normal, padhl mathari lg terik2nya.. ๐Ÿ˜€ salut aQ.. sekaligus malu sebab drtd g bs berbuat banyak untuk membuat keadaan mnjd lbh baik..

    Suka

  19. Kunjungan malam Kang hariez…

    Suka

  20. cerita yang penu makna..

    Suka

  21. hmm, singkat n bermakna…..:)

    Suka

  22. Wah saya salut sama Ibu itu Kang…. patut kita contoh….

    Suka

  23. apa yang dilakukan ibu itu termasuk aktivitas beribadah yang pahalanya akan terus mengalir, mas. pak ustaz di kampoung saya dulu pernah bilang begitu.

    Suka

  24. Mulia sekali Ibu itu.., patut dicontoh untuk semua.

    Suka

  25. mari gotong royong, kita bubarkan instansi terkait itu, buang-buang duit kita saja ๐Ÿ˜†

    Suka

  26. Iya mas. Banyak keadilan yang belom merata di negeri ini. Kita mulai dari diri kita masing2 aja ๐Ÿ™‚

    Suka

  27. kalo di sekitar saya, jalan berlubang jd mata pencaharian. sengaja berdiri di situ para pemuda sambil mengacungkan kaleng roti bekas kepada setiap pengendara yg lewat

    Suka

  28. oh si ibu yang sangat baik…
    andai aku bisa seperti si ibu…
    yang peduli untuk semua orang
    tanpa pamrih…

    Suka

  29. ternyata hariez blognya berat… ๐Ÿ˜€
    tp aku setuju ama renungannya. knp kita selalu harus menunggu org lain untuk bergerak melakukan sesuatu? knp kita ga mulai dr diri kita aja, walaupun sbnernya itu bukan kewajiban kita ๐Ÿ™‚

    Suka

  30. Duitnya buat beli kopi, nemenin catur tau…Hehehehhehe

    Pa kabar brow, lama gak ol uy ๐Ÿ˜€ Makin mantabs ajah

    Suka

  31. Benar2 saluut sama ibu itu.
    yang paling mengagumkan adl iklasnya.
    dia melakukan pekerjaan yg berhadapan dengan orang yg mungkin menilai kurang kerjaan, saluut.

    Suka

  32. ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜†

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang โ€˜tuk Sahabatku terchayaaaaaank

    I Love U fuuullllllllllllllllllllllllllllllll

    Suka

  33. mulia sekali mas seorang ibu itu…
    btw blognya ujan salju neh hehehhe

    Suka

  34. bagus-bagus bos,,,,,sambil makan sambil baca nie……!!!!my blog Ponsel and Laptop

    Suka

  35. buraqmanari Says:

    salam hangat sobat,
    nice post. saya suka bacanya
    memeng prilaku manusia sekarang sudah banyak yang berubah, gak tau lah kenapa budaya cuex bebek itu mewabah dgn cepat ke generasi muda skrang. kepedulian sosial jg menipis..
    semoga dgn tulisanmu bisa mengajak generasi muda utk berfikir positif apa kegunaan dari bermasyarakat…

    http://buraqmanari.wordpress.com/2009/12/28/tragis-setelah-ditabrak-korban-dibiarkan-tergeletak/

    Suka

  36. bahan renungan yang paling mantabs buat diri sendiri,jujur kita sering menemukan hal2 seperti itu tapi karna ke egoisan kita gak melalukan seperti apa yang dilakukan ibu ini..makasih artikelnya ya,…

    salam kenal mas hariez ๐Ÿ™‚

    Suka

  37. hmm..

    ya, betul betul betul.. ๐Ÿ™‚
    terimakasih..
    salam kenal.. ๐Ÿ™‚

    Suka

  38. Selamat anda mendapat tali asih dari BlogCamp.
    Klik ini : http://abdulcholik.com/penghargaan/tali-asih-peserta-tebakan-tebakan
    Silahkan kirim nama dan alamat lengkap untuk pengiriman tali asih.
    Salam hangat dari Surabaya

    Suka

  39. salam kenal aja…

    *agag spechless soalnya ๐Ÿ˜‰

    Suka

  40. semua tanggung jawab kita tapi ingat instansi terkait yang berhubungan dengan pemeliharaan seharusnya “PEKA” bukan “PEKA” diakhir tahun lho

    Suka

  41. berkunzuuuuung

    Suka

  42. Sama seperti komentarnya GusKar, apa karena kami tetanggaan ya? Di sekitar saya jalan dijadikan alat untuk meminta uang dari pengendara yang lewat. Memang rusak dan mereka menambalnya dengan seadanya sih, tapi… masa jadi lahan pekerjaan?

    Suka

  43. ga usah bayar pajak ja klo begitu,…..
    toh uangna lari ke perut pejabat smua,…
    :-/

    Suka

  44. klo baca judulnya yang “untuk siapa” bisa juga tuh dikorelasikan ma postingan terkahir gue bang… walaupun ngga nymbung.. hihihihihihi…

    Suka

  45. Kang Hariez nuju OL nya?…. mana atuh postingan enggalna?… enjing mah kaburu sibuk taun baruan… ๐Ÿ˜€ salah dink kang, enjing nembe kaping tilu puluh…

    Suka

  46. apa nuju ngedit postingan?… sok ku abdi diantosan, sakali sakali hoyong pertamax di blog ieu… ๐Ÿ˜€

    Suka

  47. wah hati si Ibu memang sangat mulia

    Suka

  48. Nice, mas ๐Ÿ™‚

    Suka

  49. jangan2 ibu2 itu ibunya mas?

    Suka

  50. Kujungan pagi kang, sebelum beraktivitas…

    Suka

  51. ayo update lagi sob… hehe

    Suka

  52. Kebengkel jadi jengkel
    ๐Ÿ˜› ๐Ÿ˜›

    Suka

  53. Met Tahun Baru 2010
    ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

    Suka

  54. kunjungan pertama langsung dapat pelajaran ^^
    seringkali kita tak bisa menuntut orang lain untuk berbuat baik, diri sendirilah yg memulainya.

    Suka

  55. MeT Tahun baru Bang Hariez…

    Suka

  56. Selamat Tahun Baru 2010

    Salam Hangat Selalu
    AbulaMedia.com

    Suka

  57. salam..
    pertama kali ni maen kesini. mudah2an berkenan.. ๐Ÿ™‚

    Suka

  58. happy new year bie….. ๐Ÿ˜€

    semoga semua harapan yang belum tercapai bisa di penuhi di tahun ini…amien..dan dengan bertambahnya tahun bertambah pula usia…kita bisa melakukan hal yang lebih bermanfaat lagi…amien…

    met tahun baru yach…. ๐Ÿ˜ณ

    Suka

  59. Met Tahun baru

    Suka

  60. renungan bagi kita dan khususnya buat para pejabat tentang kisah di atas…

    Suka

  61. judul dan kisah mempunyai makna yg sangat mendalam kang…harus ada kesadaran dari pihak yg terkait.
    selamat tahun baru, semoga tetap menjadi manusia sederhana,rendah hati, santun dan selalu sukses ya kang…amin

    salam, ^_^

    Suka

  62. mulia sekali hati nenek itu…sangat peduli dg keadaan yg seharusnya tidak perlu terjadi.. ๐Ÿ˜ฆ

    Suka

  63. nah yang begitu harus di contoh,,,

    Suka

  64. Kang Selamat tahun baru yaah… Semoga sukses selalu buat Kang Hariez dan keluarga…

    Suka

  65. A DROP OF INK CAN MOVE A MILLION PEOPLE TO THINK…
    Mdh2an dengan tulisan ini mmbuat manusia berfikir akan kesadaran “hdp bersama harus di jaga”

    Suka

  66. nice post mas.
    ibu adalah alaikat dan pari yang fakta bagi kita.
    selamat tahun baru dan sukses selalu

    salam KBM

    Suka

  67. Kang Hariez, saya mengucapkan selamat tahun baru yah !!! Semoga tahun ini langkah kita akan semakin baik.
    Salam hangat selalu ๐Ÿ™‚

    Suka

  68. Akur sama komen2 diatas lah.. :mrgreen:

    Suka

  69. Assalamu’alaikum,
    Selamat Tahun Baru Kang Hariez, semoga ditahun ini, semakin bertambah ketakwaan kita kepada Allah Swt, dan semoga kita bisa lebih sukses dari tahun sebelumnya. Maaf, saya lama absen ngeblog, jadi baru sempat balas kunjungan sekarang. (Dewi Yana)

    Suka

  70. ibu itu sungguh mulia hatinya, persis seperti anjuran nabi, kalau membuang duri di jalan saja adalah perbuatan mulia, tentu sama dengan apa yang dilakukan si ibu, agar orang tidak celaka karenanya

    Suka

  71. Seorang ibu dengan rambut tergerai hingga tumitnya, kemudian dikepalanya jatuh dua daun basah mengikuti rambutnya yang tergerai hingga tumit, lalu berakhir di tanah daun itu kering.

    Suka

  72. hiks,hiks,hiks sedih baget sih ceritanya.tapi itulah hidup dengan sadar atau tidak memang harus tetap tersadar……….

    Suka

  73. artikel yang bisa membuat saya merenung mas

    Suka

  74. Iya, semua orang yang lebih tua dari kita, pantas untuk dihormati,,,,
    tak memandang entah tiu siapa dan bagaimana orang tua itu.

    Suka

  75. I like this ๐Ÿ™‚

    Suka

  76. kita harus menghormti yang lebih tua dari kita,,siapa pun dia dan dari kalangan apa pun,,

    Suka

  77. apa yang dilakukan ibu itu termasuk aktivitas beribadah yang pahalanya akan terus mengalir, mas. pak ustaz di kampoung saya dulu pernah bilang begitu……….

    Suka

  78. seorang ibu itu berusaha menyelamatkan orang banyak yang memang bukan kewajibannya, lha kemana pula yang seharusnya bertanggung jawab,,,, sangat salut saya sama ibu tersebut,,,, semoga ada ikmah dari semua ini.,, salam,,,,,,

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: