Victims Tradition

Ketika semua saling serang saling tuduh, apa yang tersisa? jawaban nya malu.

Ketika semua saling hujat saling menjilat, apa yang dipertaruhkan ? jawaban nya tetap malu.

Andai jika semua mau melihat dengan matahati bersama nurani yang berbicara, maka konflik pun selesai dengan tanpa melukai setiap perasaan masing-masing individu.

Secara sadar, bosan dan jenuh akhir-akhir ini menyaksikan perkembangan angin di meja orang penting yang saling menyalahkan dan saling ejek sesama rekan satu meja, belum lagi demonstrasi yang melibatkan Kaum terpelajar yang bentrok dengan orang bersenjata serta kalangan biasa yang bosan dengan sebuah tradisi merusak, apa ini yang disebut dengan demokrasi ? atau hanya konspirasi bla..bla..bla ? saling menyalahkan bukan jalan keluar dan bukan pula sikap manusia dewasa seutuhnya, melainkan sikap anak-anak yang saling serang dan ketika berakhir berbaikan kembali dan berusuhan kembali baik lagi begitu dan begitu seterusnya seolah sudah menjadi korban tradisi.

Ini Indonesia dengan realita selalu mengedepankan santun dalam bertutur dan ramah dalam berkata, jadi apa masih berlaku azas Pancasila untuk kondisi saat ini, atau memang harus mengganti semboyan Bhineka Tunggal Ika kah ? Berpikir idealis pun bukan sesuatu yang patut dibanggakan, bukankah ini negara persatuan yang memiliki hak kemerdekaan dalam berpendapat ? pertanyaannya, apa yang sudah kita berikan untuk negeri ini dengan menghujat orang lain ? silahkan Anda beropini.

Selamat berakhir pekan sobat…salam hangat

Iklan

77 Tanggapan to “Victims Tradition”

  1. Setidaknya jika setiap dari kita masih bersedia menyisihkan ruang di dalam hati kita sesak akan kompleksitas…, mungkin masih ada tempat untuk menerima perbedaan…

    Suka

  2. buat apa sih saling berseteru? mendingan kumpul di amprokan blogger ๐Ÿ˜€

    Suka

  3. itu namanya dusun, kalo mau menyampaikan aspirasi yang bener caranya jangan sampe merusak. kapan majunya Indonesia kalo begini terus

    Suka

  4. kayak di jaman penjajahan aja yah saling serang hehe..
    gak ada kenyamanan lagi, hidup sudah terbolak balik, bukannya makin maju malah kembali ke masa lalu ๐Ÿ˜€

    Selamat berakhir pekan..semoga bahagia ๐Ÿ™‚

    Suka

  5. prihatin juga de’ dengan moral anak-anak bangsa saat ini… mana jiwa indonesia jadul yg santun dan saling menghormati… ?? lepas dari penjajahan fisik, namun jatuh ke dalam penjajahan hawa nafsu… lets see… jadi penonton dan pemerhati, sambil memperbaiki diri, syukur2 bisa mewarnai org lain sebisa kita… kekna itu opiniQ..^^

    Suka

  6. malu mmg malu tp jgn besarin kemaluan di mak erot hahahaha
    apa kabar mas hariz? maaf baru bisa brkunjung kembali…

    salam hangat dan selalu hangat selalu…….

    Suka

  7. mereka itu kekanak kanakkan semua. mana bisa mereka memikirkan rakyatnya. untung kemarin saya tidak milih mereka

    Suka

  8. yaa.. malu. hmmm

    Suka

  9. setuju banget ama tulisanya

    Suka

  10. Saya malu cuma bisa nonton…

    Suka

  11. mengutip kata Gus Dur..
    mereka yang ada di kursi dewan terhormat
    mirip taman kanak-kanak…
    ya gw seh maklum aja
    namanya juga anak-anak
    kalo gak kebagian permen.. wajar kl marah2 hujat,
    ntar juga kapok sendiri… hehee

    Suka

  12. lobi sana…lobi sini…
    bener kata temen, kalo mau jadi politikus bersiap untuk menghilangkan kata “jujur”

    jawabannya tetep : malu saya ngeliatnya!

    Suka

  13. Berpikir idealis masih tetap harus dilakukan agar koridor mana yang pantas mana yang tidak masih bisa tetap terus terjaga. Yang jelek-jelek dengan sendirinya nanti tersingkirkan,kok. Salam jepret!

    Suka

  14. Justru yang dikuatirkan adalah jika dah gak punya rasa malu bro
    hehe…..
    Mantap neh

    Suka

  15. ngga di dalem, ngga di luar sama rusuhnya
    cuma kita mas yang ngga rusuh.. ๐Ÿ˜€

    Suka

  16. tary curhat lagi Says:

    liat pola tingkah mereka kayak nonton dagelan mas hariez heheheh

    Suka

  17. wih, tulisanya mas haries berat nie..
    hehehe….
    mampir yosbeda.com mas…
    sekarang udah update lho..

    Suka

  18. sikut kanan dan kiri demi simpati masyarakat, lawan jadi kawan; kawan jadi lawan (realita politik)

    Suka

  19. Kita mah jadikan diri aja menjadi mansia yg santun dan bersahabat
    Nah kalo semua bermula dari memperbaiki dirinya
    Maka baiklah Indonesia ๐Ÿ™‚

    Suka

  20. pancasila itu kan ideologi, namanya juga ide, ngawang2, masih cita2, hehe :mrgreen: UU kita pun masih terlalu dikit, pasalnya ngga jelas, dibandingkan negara lain yang pasalnya buanyak dan jelas, jadi aturan pun jelas. Oh, indonesia..

    Suka

  21. menurut saya negaranya sudah benar hanya orang2 yg didalamnya saja yang salah hahahha….

    Suka

  22. Pertanyaannya mantappp
    Ayooo jawabbb

    Suka

  23. Mantap sebuah renungan

    Suka

  24. sekrang sudah awal pekan sobat ๐Ÿ˜€

    Suka

  25. diam salah, mengalah salah, beringas apalagi ๐Ÿ˜†

    Suka

  26. Yah.. capek memang. Mana media terlalu meng-ekspose lagi..

    Suka

  27. negeri yg sudah diperjuangkan dgn darah dan keringat para pahlawan ini, masih belum merdeka hatinya, baru sampai batas merdeka secara fisik saj ,Mas Riez.
    masih disisakan tempat utk memelihara kesumat.
    semoga dgn hati bersih , tdk ada lagi yg kebablasan mengartikan demokrasi dgn saling menghujat dan mengejek.
    apapun dan bagaimanapun keadaannya, bunda masih dan akan terus tetap mencintai negeri ini, walau mungkin para pahlawan tengah menangis di pusaranya.
    salam

    Suka

  28. sudah tidak ada lagi rasa saling menghormati di negeri ini..
    karna politik yg busuk membuat mental rakyat ini menjadi berubah..

    salam, ^_^

    Suka

  29. Bener banget, Mas. Setiap kali di TV ada berita politik, langsung sy pindah cannal. Malu sy menyimaknya.

    Suka

  30. pusink jg dengar yg seperti ini. katannya indonesia orngnya ramah2 dan sopan2.. skrng ramah dan sopan itu dimana?? mosok orng intelek tawuran. trus polisi yg seharusnya lindungi masyarakat malah menyerang.. klo dah gt apa yg terjadi dgn bangsa ini? apakah pendidikan kita selama ini gagal? atau mending orang2 yang seperti itu seharusnya kembali lagi ke SD dan memperdalam mata pelajaran ETIKA dan BUDI PEKERTI.. ๐Ÿ˜€

    Suka

  31. Prihatin & memalukan,.. sungguh negara kita yg katanya bermoral & beradab, nyatanya?
    bikin ‘tuing-tuing’ kepala ๐Ÿ˜ฆ

    Suka

  32. kalau bisa mengambil kutipan yah jangan tanya apa yang negeri ini telah berikan padamu tetapi tanyakan apa yang telah kauperbuat untuk negeri ini

    makasih mas, aku selama ini terasa jauh dari Tuhan dan juga dari sahabat Blogger semua

    Suka

  33. tentang sidang dpr kah ini?
    gua jadi bener2 penasaran pengen nonton, kok kayaknya heboh banget ya. hahaha.

    Suka

  34. bagaimana seandaianya si malu itu sendiri telah pergi, maka semua berjalan semakin tak tentu

    Suka

  35. Saya khawatir budaya kekerasan ini menurun ke anak cucu.

    Suka

  36. betul, ini sudah penyakit universal bangsa indonesia.

    – Saat pelajar: Tawuran
    – Saat kuliah: Demonstrasi anarkis
    – Saat sudah besar: kelahi antar bonek klub sepakbola
    – Saat jadi pemerintah: kelahi pada oposisi

    Well..ini adalah candaan yang tidak lucu. Ayolah bangkit indonesia, buang jauh-jauh budaya kekerasan itu.

    SOLUSI: bangsa indonesia harus belajar kelahi secara abstrak!

    Suka

  37. antara bangga dan malu menjadi warga indonesia..
    budaya kekerasan yang masih menjadi budaya turun menurun di tanah air ini…

    Suka

  38. Pertama
    terima kasih sudah berkunjung ke gubuk senja, senang sekali ๐Ÿ™‚

    kedua
    kita nikmati saja kegaduhan itu, bukankah kita telah lama menanti kebebasan berpendapat seperti ini
    dulu saat sidang ada yang interupsi 1 orang sudah kita anggap pahlawan
    karena semua dewan hanya bilang setuju, tapi memang tak seharusnya sampe tdk terkendali seperti itu
    salam..

    Suka

  39. kayaknya di negara kita ini budaya malu udah luntur.. makanya banyak konflik.

    Suka

  40. namanya ju9a masih TK.. ๐Ÿ˜€

    kasiahan yan9 milih mreka ajah..

    Suka

  41. wadhu coy maap bukan gua gak mau komen….postingan loe
    tp numpang singgah, salam kenal dari aku tukyman ๐Ÿ˜‰

    Suka

  42. victims tradition??
    we need solution ๐Ÿ™‚

    Suka

  43. saling menuduh..saling menikam..saling membuka aib yg tidak pantas u/ dibuka..yac itulah penyakit hati karna sebuah kekuasan..mudah2n mereka sadar akan pentingnya sebuah prektek aktual ketimbang wancana2…

    Suka

  44. bersikap kritis bukan berarti meninggalkan nilai kesantunan dan tata krama, roh?

    Suka

  45. Indonesiaku ๐Ÿ™‚

    Suka

  46. saya sudah ga sanggup lagi mengomentari fenomena yang terjadi di negara kita.

    peristiwa di tipi-tipi sudah cukup buat mencerminkan kelakuan warga nega kita.

    Suka

  47. Usup Supriyadi Says:

    โ€œโ€ฆDan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baikโ€ (QS. Al-Israaโ€™ [17]:53)
    โ€œโ€ฆWa quulu linnasi husna โ€“ dan bertutur-katalah yang baik kepada manusiaโ€ (QS. Al-Baqarah [2]:83)
    Jauhkan diri dari umpatan, melaknat, mencela, mencaci, menghujat. Dengan berpegang pada sikap untuk bertutur kata yang baik ini saja, Insya Allah, keberkahan dan rahmat-Nya bakal menghampiri kita dengan mudahnya. Dan, sebisa mungkin hindarilah tindak anarkisme.

    Suka

    • Usup Supriyadi Says:

      tetaplah pada Aqidah Shalimah, Akhlak Karimah, dan Ukhuwah Islamiyah, serta toleransi beragama yang benar
      damai, dan aman negeri kita
      merdeka dan salam mesra selalu
      ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜†

      Suka

  48. sudah awal pekan sekarang.. linux.. linux

    Suka

  49. entah kemana larinya si Malu itu Kang ….. sampai kehilangan rasa malunya …

    Suka


  50. Democrazy yg kebablasan..
    ๐Ÿ™‚
    ..
    Maaf baru bisa berkunjung balik..

    Suka

  51. selalu ada kemajuan yg tinggi dari idemu om………..dan blue he salah aku sangat mensuportnya
    mantab

    dan itulah sebuah idiomnya sebuah parlemennya negri kita kan?
    salam dalam kehangatannya Aku

    Suka

  52. menghujat tidak sama dengan berpendapat.
    he he he

    Suka

  53. gimana mau “Bhineka Tunggal Ika” wong diatasnya pada tawuran…. ๐Ÿ˜€

    Suka

    • met malam kakanda riez dan kakanda kakanda..hai apa kabar ๐Ÿ™‚
      ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚
      ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚
      ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚
      ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚
      ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚
      met malam minggu terus jangan berseteru

      Suka

  54. Kembali pada pembentukan manusia yang berkarakter baik dan bermoral

    Suka

  55. sibuk y om………………..heheheh

    Suka

  56. Kunjung balik bro! Salam kenal aja! Waw blog anda ramai sampai yg komen begt bnyaknya, apa to resepnya?

    Suka

  57. Bosen nglihat acara teve yang isinya berantem mulu antar pejabat..mending nonton Avatar dan kartun yang lain…salam

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: