Arsip untuk Februari, 2011

Secarik Kertas

Posted in Harapan, Info, Introspeksi diri, Isi Hati, Kicauku, renungan with tags , , , on 8 Februari 2011 by Hariez™

Berupaya ingin lebih baik dalam taraf menjalani sisi alamiah kehidupan seperti khalayak banyak yang tinggal di Jakarta, aku pun ingin berusaha lebih baik daripada kemarin, dan paling tidak sedikit lebih baik dari hari kemarin dalam menyongsong hari esok. Sudah jalan 9 tahun mengabdi di sebuah perusahaan swasta semenjak tamat SMK, tak terasa waktu rasanya begitu cepat berlalu dan tidak sedikit kulewati hari demi hari dengan sukacita mengabdi disana dan banyak kenangan yang terlahir disana.

Entah sampai kapan harus selalu berjalan di tempat karena kurasakan dalam kurun waktu 9 tahun tak pernah ada perubahan sedikitpun dalam menjalani ruang lingkup rutinitas di kantor. Hal lain pun mulai terungkap sedikit demi sedikit dan Baca lebih lanjut

Musibah & Hikmah

Posted in Crazy, Duka, History, Info, Introspeksi diri, New's, renungan, Sakit with tags , , on 1 Februari 2011 by Hariez™

Hari ini, esok, lusa ataupun nanti kita tak akan pernah tahu akan seperti apa kita menjalani setiap lekuk kehidupan dan seperti apa kita kan menjalaninya pasrah, berusaha berjuang atau masabodo dengan apa yang kan terjadi hari esok. Dibalik setiap kejadian selalu menyisakan hikmah yang selalu didapat dan itu semua tergantung dari sisi mana kita menyikapi setiap hikmah yang didapat dari setiap kejadian tersebut. Bicara mengenai hikmah, ada satu kejadian yang membuat saya menyadari betapa pentingnya arti dari hidup setelah mengalami accident2 hari yang lalu, dimana saya akan memulai aktivitas dan akhirnya terhempas dari sepeda motor menuju aspal. Sakit sudah pasti dan menyisakan sesak di dada yang membuat saya sesak untuk menarik nafas, dan menurut ibu yang memijat tubuh saya, luka dalam ini biasanya akan sembuh setelah 3bulan “Oh My God” selama itukah ?.

Berawal dari kurang siap nya saya dengan pemandangan didepan saya yang pada waktu itu ada seorang Ibu mengendarai sepeda motor matic yang berjalan pelan di tengah dan saya mencoba untuk mendahuluinya dari kanan dengan memberi signal klakson, namun ternyata setelah jarak antara sepeda motor saya dengan si Ibu tinggal berjarak 4 meter dan didepan mulut gang dengan kaget nya saya melihat si Ibu baru memberikan lampu sein dengan tiba-tiba sambil membelokan roda depan sepeda motornya. Baca lebih lanjut