Archive for the politik Category

Jakarta

Posted in Info, Introspeksi diri, Isi Hati, Kicauku, memperingati, Pagi, politik, renungan, serba-serbi with tags , , on 29 Januari 2011 by Hariez™

Apa yang terlintas dalam benak Anda ketika mendengar nama Jakarta ? Banyak bukan dari tempat rekreasi, perkantoran dan yang paling utama adalah Jakarta adalah Ibukota daripada negeri ini ya Indonesia. Jakarta bukan hanya sebagai Ibukota tetapi juga tempat banyak orang menggantungkan hidup mencari nafkah di Jakarta bukan hanya dari penduduk Jakarta sendiri, akan tetapi banyak Baca lebih lanjut

Iklan

Victims Tradition

Posted in Duka, History, Introspeksi diri, Kicauku, politik, renungan with tags , on 6 Maret 2010 by Hariez™

Ketika semua saling serang saling tuduh, apa yang tersisa? jawaban nya malu.

Ketika semua saling hujat saling menjilat, apa yang dipertaruhkan ? jawaban nya tetap malu.

Andai jika semua mau melihat dengan matahati bersama nurani yang berbicara, maka konflik pun selesai dengan tanpa melukai setiap perasaan masing-masing individu.

Secara sadar, bosan dan jenuh akhir-akhir ini menyaksikan perkembangan angin di meja orang penting Baca lebih lanjut

SBY vs Gempa Bumi

Posted in Crazy, Duka, History, IBSN, Intropeksi, KBM, Kicauku, memperingati, politik, renungan, Sakit with tags on 4 Oktober 2009 by Hariez™

Sebelumnya saya ingin mengucapkan Innalillahi Wa Innailaihi Roji’un turut berduka untuk semua korban bencana alam gempa di Sumatera, khususnya yang berada di Pariaman.

Mungkin ini sebuah teguran dari Sang Khaliq untuk umat Nya agar kita senantiasa selalu mendekatkan diri kepada Nya, dan juga menghargai serta merawat, apa-apa saja yang telah diciptakanNya, baik itu mahluk hidup yang bergerak maupun yang tidak bergerak seperti halnya Alam.

Beberapa hari ini serasa mau pecah telinga ini mendengar banyak tudingan-tudingan yang menurut saya gak penting dilontarkan beberapa kalangan saat membahas musibah tersebut. Seperti yang baru saja saya dengar percakapan beberapa orang tukang ojeg di dekat daerah rumah ku,

Ojeg 1 :  “mungkin emang Es Be Ye ga boleh jadi orang no 1 kali ye, jadi banyak musibah beberapa bulan terakhir..??”

Ojeg 2 :  “bisa jadi.., bayangin aja dulu Aceh..kena gempa sampe nimbulin tsunami, terus Jogja amburadul kena gempa, Tasik juga kebagian yang kena gempa kan pas SBY jadi Presiden kan ?”

Ojeg 3 : “mungkin emang mesti lengser kali ya biar ga ada musibah lagi ?”

Aku hanya mengusap dada & tersenyum saja mendengar percakapan mereka yang mengkaitkan Presiden dengan beberapa musibah Gempa bumi di negeri ini. dalam hati aku berkata, “emang hubungannya apa coba ? kalian menganggap Gempa bumi yang terjadi, adalah kerjaan Pak Presiden ?” sambil tertawa bodoh yahh..ku tinggalkan percakapan yang tak masuk akal itu.

hufhhh..kenapa masih banyak polemik seperti itu disekitar kita ? aku hanya menjawabnya paling tidak untuk ku saja, ” bahwasanya, setiap kejadian atau musibah seperti gempa bumi, adalah kehendak Tuhan YME bukan akibat dari naik-turunnya jabatan seseorang”.

Apakah diantara sahabat ada juga yang beranggapan, bahwa musibah Gempa Bumi ini akibat dari sosok manusia seperti Pak Presiden ? jika ya, mohon beri alasan yang tepat dan logik, mengapa bisa seperti itu, dan apa saja point-point penting yang mendasari pernyataan Anda. Terima Kasih.. 😀

-salam-

Kotaku

Posted in Anyar, Crazy, Duka, IBSN, Info, Intropeksi, KBM, Kicauku, memperingati, New's, Pagi, politik, renungan, Sakit on 17 Juli 2009 by Hariez™

Tanpa terasa air mata ini mengalir bersamaan dengan turunnya hujan malam ini, mengiringi gelimpangan jasad saudaraku yang tak bersalah..

Luluh lantak Jakartaku diguncang serentetan ujian

Luluh lantak Jakartaku di terpa gelombang yang urung surut..

Gelimang dosa penghuni kota ini, seolah menjadi titik klimaks sebuah tragedi yang keji..Ada apakah dengan Jakartaku..??

Atau tragedi ini cuma sebagai tumbal-tumbal ketidak puasan..??

Laknatullah

Inalillahi Wa Innailaihi Raji’un

Demokrasi atau Demoncrazy

Posted in Anyar, Crazy, Duka, IBSN, Info, Intropeksi, KBM, memperingati, Pagi, politik, renungan, Sakit on 9 Juli 2009 by Hariez™

Dan aku hanya terdiam menyaksikan sosialitasnya

Seperti inikah Demokrasi..??

atau sudah menjadi Demoncrazy.??

perlahan kutatap pekat matanya yang menampakan sedih..

Dia wanita separuh baya yang bekerja sebagai PRT, lantas apakah hina profesi itu..??

“aku ndak boleh nyontreng di sana mas, katanya khusus penghuni komplek..”

mereka berhak atas pilihan mereka..

mereka berhak akan suara mereka..

dan kalian tidak punya hak menelantarkan nya hanya karena status sosial mereka..

lantas dimana DEMOKRASI..??

kudedikasikan tulisan ini untuk Mbak yang sedih karena tak ikut nyontreng

Tuan..

Posted in Anyar, Crazy, Duka, IBSN, KBM, politik, renungan with tags on 24 Juni 2009 by Hariez™

Ngeri rasanya ketika mendengar ucapannya dalam tatapan ribuan dan bahkan jutaan mata..

Laksana Tuhan, engkau mencoba menafsirkan apa yang terjadi jikalau tak ikut dalam petuah-petuah bodohmu..

Kau berucap, seakan mereka tak layak tuk menjadi wakil dari kami menjalani musim demi musim dengan nada suara negeri yang kian morat-marit..

Huhhh..ketika ucapan itu berlalu, kiprahmu seolah suci mengembannya sejak lampau..

Kebodohan kami memang pantas terungkap, dan aku pun serasa hidup kembali walau ada kebodohan yang terjadi..

Namun, layak kah wahai Tuan penggila ‘tahta’, engkau berucap bodoh kepada bangasa ku..??

Layak kah engkau menghiasi rentetan duka kami dengan sejumlah jaring-jaring kosong yang belum terisi..??

Dan mudahkah kau membalikan derita yang menghiruk pikuk dalam kehidupan kami selama ini..??

Tuan, janjimu bisa menjeratmu kemudian hari..

Strategimu bukan sebuah harapan bagi kaumku

Kiprahmu bagaikan misil untuk kami

kami hanya ilalang yang selalu bergoyang tertiup hembusan angin dan runtuh saat diterpa hujaman parang..

Tuan kiblatkan dirimu ke haribaanNya..

Dan sehatkanlah rohani yang kini seolah membusuk dalam ketamakan..

Negeri ini lebih membutuhkan uluran tangan kebersamaan daripada erangan-erangan permusuhan

Antipatimu, hanya akan menyeretmu ke jurang keterpurukan dan rasa malu yang tak hingga

Jabat erat saudara-saudaramu, bawalah pandanganmu bersama pandangan kami dan bangsa ini

Bukan mengibarkan perang kata yang terselubung, namun benahi harga diri bangsa ini

Damai merupakan harga mati bagi negeri ini…!!

kawan..relakah bangsa ini terpecah belah hanya untuk  memilih seorang Pemimpin bangsa ini..???

matur nuwun buat para Sahabat blogger yang banyak memberikan masukan untuk tulisan ku yang masih banyak kekurangan ini..